Tuesday, 30 April 2019
Saturday, 30 March 2019
Tips Mendaki Gunung
TIPS MENDAKI GUNUNG
Tujuan utama dalam
mendaki gunung bukanlah hanya mencapai puncak tertinggi dari gunung tersebut.
Namun, pulang ke rumah dan berkumpul dengan keluarga tercinta adalah hal yang
paling utama dalam mendaki gunung. Dalam mendaki gunung, ada beberapa hal yang
harus dipersiapkan pendaki agar kegiatan pendakian berjalan dengan lancar.
Iya, gunung memang tempat yang menyimpan sejuta pesona,
yang bisa menyihir setiap pendaki yang menjejakinya. Sebut saja Semeru,
Rinjani, Tambora yang merupakan beberapa gunung terkenal di Indonesia. Beberapa
gunung yang disebutkan tadi tidak pernah sepi dari jamahan para pendaki.
Namun,
jangan lupa, gunung adalah sebuah alam liar yang juga menyimpan marabahaya.
dan, bagaimanapun juga, para pendaki seharusnya adalah manusia yang tidak boleh
meremehkan alam. Iya, mendaki gunung bukan main – main, perlu persiapan!
Berikut beberapa tips dalam mendaki gunung :
1. Ukurlah Kemampuan
Persiapan fisik dan mental sebelum mendaki
Mendaki gunung adalah kegiatan yang menguras banyak tenaga. Selain karena
medannya yang naik turun, terkadang cuaca di atas gunung tidaklah menentu. Oleh
karena itu persiapan fisik dan mental sangatlah penting.
Ukurlah kemampuan diri, karena hanya
kalian sendiri yang tahu kapan harus melanjutkan pendakian, kapan harus
istirahat dan kapan harus berhenti. Bila tidak mampu meneruskan perjalanan,
jangan dipaksakan. Juga jangan ragu untuk kembali pulang jika perlu. Nyawa
kalian, hidup kalian hanya satu, sementara gunung akan masih tetap berdiri di
tempatnya dalam waktu yang lama. Jangan nekat, yang bisa mengakibatkan kejadian
yang fatal.
2. Mempelajari Lokasi Pendakian
Sebelum melakukan pendakian, kamu
harus terlebih dulu mengecek lokasi gunung tempat tujuanmu. Kamu juga harus
mengetahui kondisi gunung tujuanmu yang paling terkini, apakah aman untuk
melakukan pendakian. Jalur menuju lokasi dan cuaca juga menjadi hal yang harus
kamu perhatikan sebelum melakukan pendakian.
3. Membawa Perlengkapan
Pendakian Mendaki
gunung ternyata bukanlah hal yang simpel. Selain butuh persiapan mental dan
fisik, persiapan alat pendakian juga harus diperhatikan. Alat-alat yang
biasanya dibawa adalah tenda, sleeping bag, sepatu hiking, jaket sesuai
ketinggiannya, alat memasak, makanan dan minuman yang cukup, obat-obatan, dan
lain sebagainya.
Bawalah barang
seperlunya , supaya tidak menambah beban dalam perjalanan. Sehingga kita bisa menghemat
tenaga dan tidak menghambat waktu perjalanan.
4. Kenali Gejala AMS
AMS adalah Acute
Mountain Sickness atau penyakit ketinggian di atas gunung. Menurut gejala dan
levelnya, AMS terbagi menjadi tiga bagian, yakni AMS ringan, AMS sedang dan AMS
berat. “Sebanyak 75 persen kasus yang ada, AMS biasanya terjadi pada saat
pendaki memasuki ketinggian 3.000 - 4.000 mdpl. Gejala munculnya AMS biasanya
muncul 12-24 jam setelah pendaki tiba di ketinggian tersebut.
5. Mengurus Izin Pendakian
Hal ini sangatlah
penting ketika mendaki gunung. Dengan mengurus izin pendakian, pendaki tersebut
akan terdata oleh petugas setempat. Hal ini sangat berguna apabila ada pendaki
yang tersesat atau belum memberikan kabar sama sekali, petugas akan secara
cepat bertindak.
6. Berteduh Apabila Hujan
Seringkali cuaca di
atas gunung cepat berganti tanpa kita sadari. Pada pagi hari matahari bersinar
sangat cerah, namun bisa saja siang hari hujan turun sangat lebat. Dalam hal
ini para pendaki haruslah waspada akan pergantian cuaca ini. “Apabila hujan
turun secara tiba-tiba disaat mendaki, disarankan untuk berhenti sejenak dan
mendirikan tenda sementara untuk berteduh. Hindari juga berteduh di bawah pohon
tua yang rantingnya rapuh.
Sekian tips dari saya… 😃😄
“Ingat, nyawamu
terlalu berharga untuk sekedar foto selfie, foto keren, atau
bahkan mati konyol di gunung! Stay safe, hormati alam, jaga lingkungan, jadilah
pendaki yang bertanggung jawab, bukan pendaki nekat!”
Baca Juga:
( Pendakian ' MT. Marapi, MT. Singgalang, MT. Talang ')
Baca Juga:
( Pendakian ' MT. Marapi, MT. Singgalang, MT. Talang ')
Saturday, 23 March 2019
Seminar Akuntansi
RELEVANSI
NILAI INFORMASI MODAL INTELEKTUAL
STUDI
EMPIRIS PADA PERUSAHAAN PERBANKAN DI BURSA EFEK INDONESIA Sutoyo
ty@wimaya-energy.com
Prodi
Ilmu Akuntansi fakultas Ekonomi UPN “Veteran” Yogyakarta
Jl.
SWK 104 (Lingkar Utara) Condongcatur 55283
Penilaian
dan pengukuran aset tidak berwujud berupa pengetahuan telah banyak
dikembangkan. Salah satu pendekatan yang digunakan untuk mengukur aset berupa
pengetahuan adalah intellectual capital (IC). Intellectual capital merupakan
elemen asset tidak berwujud yang akan memberikan manfaat ekonomik di masa
mendatang. Penelitian mengenai pengaruh Intellectual capital semakin banyak
dilakukan dengan semakin diakuinya produk-produk turunan ilmu pengetahuan
sebagai aset tidak berwujud. Intellectual capital banyak dikaitkan dengan nilai
perusahaan pada beberapa penelitian. Nilai perusahaan tercermin pada harga
saham perusahaan tersebut. Penghargaan lebih para investor atas saham suatu
perusahaan diyakini karena adanya hidden value berupa Intellectual capital
perusahaan tersebut. Intellectual capital memiliki pengaruh positif terhadap
nilai pasar dan kinerja keuangan (Chen et al, 2005). Wang (2008) membuktikan
bahwa IC memiliki pengaruh signifikan pada nilai pasar perusahaan high tech di
Cina.
Beberapa penelitian mengenai
relevansi nilai informasi akuntansi menggunakan Intellectual capital
sebagai “informasi lain” dalam model penelitian. Relevansi nilai
informasi akuntansi merupakan penelitian
yang menguji hubungan antara
informasi fundamental yang ada
pada perusahaan dengan
informasi pasar yang tercermin
pada harga pasar saham. Konteks penelitian relevansi nilai berpijak pada
hipotesis pasar efisien (EMH) yang mengasumsikan bahwa akuntansi menghasilkan informasi
mengenai kinerja suatu perusahaan yang akan direspons oleh investor melalui
harga saham perusahaan tersebut.
Model pengukuran yang
digunakan dalam penelitian relevansi
nilai merupakan model informasi
linear yang dikembangkan oleh Ohlson (1995). Model ini hanya menggunakan informasi akuntansi
(EPS dan Book
Value Equity) dalam menguji
hubungannya dengan harga saham.
Model pengukuran relevansi nilai kemudian dikembangkan dengan menambahkan “informasi lain”
dalam model pengukuran (Collins, 1999). Penggunaan
intellectual capital sebagai “informasi lain” dalam model penelitian relevansi
nilai dilakukan oleh Ferraro dan Veltri (2011). Sejalan dengan penalaran pada penelitian
Chen (2008), Ferraro dan Veltri mengasumsikan bahwa adanya
“informasi lain“ yang
menjadi hidden value akan direspons oleh investor dengan memberi nilai
lebih (market premium) pada harga saham perusahaan.
Penelitian
ini merupakan replikasi dari penelitian Ferraro dan Veltri dengan menggunakan
beberapa penyesuaian. Industri yang dipilih dalam penelitian ini adalah
industri perbankan Dengan beberapa pertimbangan. Industri perbankan merupakan
industri yang diatur secara ketat, kompetitif dan merupakan jenis industry
jasa yang sangat
dominan menggunakan asset pengetahuan dalam penyediaan layanannya
(Calistrietal,2011). Industri perbankan juga merupakan industri yang paling
sensitif terhadap Adanya perkembangan produk turunan ilmu pengetahuan pada era
teknologi informasi serta aset sumber daya manusia. Penggunaan teknologi informasi
sebagai salah satu bentuk intellectual capital dalam industri perbankan
mempengaruhi efisiensi penyediaan layanan industri perbankan saat ini. Tujuan
penelitian ini adalah menguji relevansi
nilai informasi akuntansi nilai buku per-lembar saham dan laba per lembar saham
dan informasi modal intelektual. Modal intelektual ini diukur dengan
menggunakan model value addedintellectual coefficient (VAIC™) yang digunakan
oleh Ante Pulic. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan model Ohlson dan
VAIC™ sebagai informasi tambahan dalam model untuk menguji relevansi nilai dari
informasi akuntansi modal intelektual, sebagai informasi lain terhadap harga
saham perusahaan. Perusahaan
yang terdaftar dalam klasifikasi
industri
Sampel
dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan dalam klasifikasi indutri
perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode amatan
(2011-2013). Industri perbankan dipilih untuk tujuan homogenitas dan untuk
membuktikan bahwa industri tersebut
merupakan
industri yang dominan menggunakan modal intelektual dalam kegiatan
operasionalnya (Calistri et al,
2011). Sampel dipilih
dengan metode purposive sampling
dengan criteria sebagai berikut:
a.
Perusahaan tidak melakukan
merger dan akuisisi selama
periode amatan
b.
Perusahaan tidak delisting maupun sedang mendapat sanksi (suspend) selama
periode amatan
Simpulan
1. Efisiensi
komponen dari modal intelektual berupa modal fisik dan finansial memiliki
relevansi nilai.
2. Efisiensi
komponen dari modal intelektual berupa modal sumber daya manusia memiliki
relevansi nilai.
3. Efisiensi
komponen dari modal intelektual berupa modal struktural memiliki relevansi
nilai.
Keterbatasan
Penelitian
ini memiliki beberapa keterbatasan, yaitu:
1. Penelitian
ini tidak membedakan sumber dana bank yang mungkin dapat mempengaruhi
karakteristik operasi bank dan efisiensi penggunaan modal intelektual suatu
bank
2. Penelitian
ini hanya menguji modal intelektual sebagai informasi lain yang dimasukan dalam
model relevansi nilai informasi akuntansi. Namun demikian, penelitian ini tidak
membedakan pengaruh interaksi antara masing-masing komponen modal intelektual
dengan variabel tertentu dalam model relevansi nilai (EPS dan BVE)
Saran
Peneliti
selanjutnya diharapkan dapat secara spesifik mengidentifikasi pengaruh
masing-masing komponen modal intelektual dengan variabel pada model relevansi
nilai, karena interaksi masing-masing komponen modal intelektual dengan EPS
atau BVE akan menghasilkan pengaruh yang berbeda.
Terimakasih 😉😉
Monday, 18 March 2019
Jurnal Produktivitas
Jurnal Produktivitas Kerja
(Pengaruh Gaya Kepemimpinan, Kualitas Kehidupan Kerja, Disiplin Kerja, Audit Sumber Daya Manusia dan Kompensasi Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan)👇👇👇
Link: Download
😄😄😄
Friday, 1 February 2019
Sederhana (SIMPLE)
SIMPLE
Assalamualikum
warahmatullahi wabarakatuh …
Pada kesempatan
kali ini saya ingin membahas apa itu simple dan manafaatntya dalam kehidupan
kita.
Simple
itu adalah sederhana. Maksudnya mudah dikerjakan atau dimengerti (tidak
berbelit-belit, mudah, dan biasa). Sederhana memiliki manfaat bagi kehidupan,
apa itu?
Hidup sederhana atau gaya hidup minimalis merujuk kepada
sejumlah praktik sukarela untuk menyederhanakan hidup seseorang. Misalnya,
memilih tinggal di rumah minimalis tindakan mengurangi jumlah dan jenis harta kepemilikan
atau meningkatkan kemandirian. Ciri
gaya hidup ini ialah adanya perasaan puas dan cukup terhadap "apa yang
dibutuhkan", bukan "apa yang diinginkan". Meskipun Asketisme mengimbau
hidup sederhana dan menghindari kemewahan dan foya-foya, akan tetapi tidak
semua penganjur gaya hidup minimalis adalah seorang asketik. Gaya hidup
minimalis juga memiliki perbedaan signifikan dari kemiskinan akibat
situasi eksternal, sebab ia mensyaratkan kesukarelaan.
Hidup sederhana berarti membebaskan segala
ikatan yang tidak di perlukan. Berbeda dengan kemiskinan, kesederhanaan
merupakan suatu pilihan, keputusan untuk menjalani hidup yang berfokus pada apa
yang benar-benar berarti (Al-Muhasibi,
2006).
Para penganut gaya hidup minimalis bisa
memiliki berbagai motivasi untuk menjalankan lakunya, misalnya demi spritualitas, kesehatan,
menambah kuantitas waktu spesial di tengah-tengah keluarga dan para sahabat,
menyeimbangkan waktu bekerja dan menikmati bidup,
selera pribadi, berhemat, atau mengurangi sampah dan
mencegah stres
Dalam
kesederhanaan ada kebersahajaan yang menuntun kepada kebahagiaan nurani karena
sesungguhnya yang kita butuhkan hanya sedikit dan tidak selalu berupa materi,
selebihnya untuk memberi dan memenuhi hak orang lain. Kesederhanaan memiliki
arti dan manfaat yang luar biasa sebagai energi kehidupan. Energi untuk
bertahan, energi untuk memberi dan berbagi, serta energi untuk mensyukuri hidup
itu sendiri. Tidak mudah memang untuk menerapkan kesederhanaan dalam diri dan
kehidupan kita sehari-hari.
Cara Berpeliku Hidup
Sederhana
à
Punya skala prioritas dalam
memenuhi kebutuhan
Usahakan kita memiliki skala
prioritas dalam memenuhi kebutuhan. Pahami benar apa yang menjadi kebutuhan
pokok. Inilah skala prioritas utama kita, kebutuhan pokok ini meliputi,
sandang, pangan , papan, pendidikan dan pengembangan diri.
à
Tetap bekerja keras dan berusaha
Di awal tadi di jelaskan hidup
sederhana bukanlah hidup miskin, artinya kita tetap harus melakukan usaha
secara sungguh-sungguh untuk memperbaiki kualitas hidup menjadi lebih baik dan
sejahtera. Baru jika kita mendapatkan hasil dari apa yang sudah kita usahakan
kita mampu menggunakan hasil itu secara sederhana, tidak bermewah-mewahan atau
membelanjakan uang secara berlebihan.
à
Bersyukur atas apa yang dimiliki
Dengan bersyukur atas apa yang dimiliki maka seseorang akan
lebih mengedepankan rasa terimakasih kepada sang maha kuasa atas segala limpahan
karunia yang diberikan. Dengan bersyukur maka hati dan pikiran orang yang hidup
sederhana akan lebih tenang sehingga mereka bisa fokus dalam bekerja untuk menghasilkan karya-karya masterpiece. Itulah mengapa
bersyukur merupakan bagian dari ciri-ciri hidup sederhana.
à
Sadar akan pentingnya pengaturan keuangan
Ciri-ciri hidup sederhana adalah sadar dan mejalankan pengaturan keuangan pribadi (self finance). Orang-orang yang hidup sederhana akan cermat
dalam mengatur keuangan pribadi. Mereka menyusun anggaran keuangan pribadi dan keluarga.
Mereka sadar bahwa dengan pengaturan keuangan secara cermat maka mereka bisa
terlepas dari bencana kekacauan keuangan hingga mereka mengalami penderitaan.
à
Memiliki tabungan
Dengan memiliki tabungan uang, maka seseorang akan memiliki
dana cadangan yang bisa dipakai untuk menanggulangi bencana-bencana kuangan
yang tidak diinginkan. Dengan memiliki tabungan maka orang yang hidup sederhana
akan selalu siap menghadapi segala macam situasi dan kondisi dalam mengarungi
samudra kehidupan.
à
Selalu tersenyum dan bergembira dalam segala suasana
Bergembira di segala suasana baik itu suasana yang tidak
nyaman maupun suasana nyaman adalah merupakan ciri-ciri hidup sederhana.
Kebayakan orang itu hanya bergembira ketika suasana nyaman saja. Tetapi orang
yang hidup sederhana itu bisa bergembira baik itu di saat kondisi sulit apalagi
di kondisi yang nyaman. Orang yang hidup sederhana itu selalu bisa tersenyum
apapun kondisinya. Karena bagi mereka apabila masih bisa tersenyum maka berarti
mereka masih bisa mengendalikan situasi.
à
Bisa berfikir jernih
Ciri-ciri hidup sederhana adalah mereka bisa berfikir jernih di segala
kondisi dan suasana. Berfikir jernih itu terkadang sangat mudah dilakukan dalam
kondisi yang normal dan stabil namun susah dilakukan dalam kondisi yang kritis.
Orang yang hidup sederhana akan bisa berfikir jernih baik itu dalam kondisi
lapang maupun dalam kondisi yang sempit.
Hidup
sederhana tidak berarti hidup dalam kesengsaraan, kemiskinan, kemelaratan dan
serba kekurangan. Kesederhanaan merupakan pola pikir dan pola hidup yang
proporsional, tidak berlebihan dan mampu memprioritaskan sesuatu yang lebih
dibutuhkan. Kesederhanaan sama dengan kemampuan untuk ikhlas menerima yang ada,
berusaha untuk berlaku adil dan bersyukur atas setiap rezeki yang diberikan
dengan tetap menggunakannya pada hal-hal yang bermanfaat dan berarti. Kemampuan
itulah yang memberikan manfaat dan menjadi energi dalam kehidupan kita.
Dalam buku Simplify Your Life, (Elaine St. James) menyatkan
bahwa sepanjang sejarah orang-orang bijak (dalam setiap kebudayaan besar),
kehidupan sederhana adalah kunci kebahagiaan. Secara psikologis, kesederhanaan
bermanfaat dalam menyeimbangkan energi positif dan negatif dalam diri dan
kehidupan kita. Energi syukur dan ikhlas dalam kesederhanaan merupakan nutrisi
untuk mencapai kebahagiaan, sehingga hati kita senantiasa dipenuhi
perasaan-perasaan positif dan pikiran pun lebih jernih dan tenang. Ketenangan
psikis akan bersinergi dengan kematangan spiritual. Dalam tataran spiritual,
kesederhanaan dapat memberikan energi untuk membuat kita fokus dalam
menjalankan sesuatu. Dengan fokus kepada usaha dan keyakinan akan kekuatan Yang
Maha Perkasa, kita mampu menghadapi hambatan dan ujian, sehingga hidup terasa
lebih ringan dan mudah karena ada kepasrahan dan penyerahan diri yang utuh
kepada kekuatan melalui doa. Itulah energi kehidupan yang bisa memanusiakan
manusia.
Memprioritaskan
kebutuhan merupakan esensi dari kesederhanaan yang juga bermanfaat sebagai management of life kita. Keinginan merupakan fitrah, tetapi mampu
membatasi keinginan yang berlebihan merupakan anugerah. Kemampuan kita terbatas
untuk memenuhi keinginan yang tiada batas. Karena itu, menelusuri arti
kesederhanaan membuat kita terus belajar untuk lebih realistis dan peduli
terhadap kebutuhan, baik diri sendiri maupun orang lain. Jika kebutuhan lebih
mendesak, kesampingkan dulu keinginan kita. Tuhan lebih mengetahui apa yang
kita butuhkan sekalipun tidak sesuai dengan keinginan kita. Karena itu,
kesederhanaan merupakan cara proporsional dalam menyeimbangkan kebutuhan dengan
keinginan.
“…makanlah
dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai
orang-orang yang berlebih-lebihan.” (Al A’raf,
ayat 31).
Kita tidak
dilarang untuk kaya berlimpah harta. Akan tetapi dalam kekayaan itu ada hak-hak
orang lain (yang kurang dan tidak mampu) untuk kita penuhi. Sederhana bukan
pelit, bukan boros dan bukan anti kaya. Sederhana berarti seimbang,
adil, proporsional dan menyadari bahwa hidup harus mau memberi dan mampu
berbagi walau bukan dengan materi.
Semoga bermanfaat… J







